The Blind Multi-Milionaire Stock Investor

10757cBerikut adalah sebuah kisah yang akan menginspirasi Anda untuk lebih berani dalam mengejar mimpi, meskipun mimpi tersebut sangat sulit, terjal, bahkan tidak mungkin. Anda harus percaya bahwa tidak ada tujuan yang tidak mungkin dicapai, yang ada hanyalah strategi yang salah yang membuat tujuan Anda tidak bisa tercapai. Asalkan Anda berani dan berkomitmen untuk membayar harga dari mimpi Anda, maka segalanya menjadi mungkin.

Namanya adalah Laura Sloate, usia 65 tahun. Ia adalah seorang investor saham yang menjadi multijutawan. Dan lebih hebatnya lagi, ia buta. Cobalah Anda berpikir dengan akal sehat dan logika, bagaimana mungkin seorang buta bisa menjadi investor saham yang sangat sukses?

Ia telah menjadi buta pada saat masih berusia 6 tahun. Dan pada saat berusia 10 tahun, ia menemukan gairahnya pada saham. Mimpinya adalah menjadi seorang analisis saham dan menghasilkan jutaan dolar dari pasar saham. Impian dan gairahnya membuat dirinya belajar keras dan meraih gelar master meskipun ia buta. Cobalah Anda berpikir dengan akal sehat dan logika, bagaimana mungkin seseorang yang buta bisa menjadi investor saham yang sangat sukses?

Ia telah menjadi buta pada saat masih berusia 6 tahun. Dan pada saat berusia 10 tahun, ia menemukan gairahnya pada saham. Mimpinya adalah menjadi seorang analisis saham dan menghasilkan jutaan dolar pada saham. Impian dan gairahnya membuat dirinya belajar keras dan meraih gelar Master meskipun ia buta. Kerita ia diwawancarai saat melamar kerja sebagai Security Analyst, kepala broker dari perusahaan memintanya untuk segera melupakan mimpinya untuk berkarie di Wall Street. Ia memberi tahu Laura bahwa ia meiliki 3b kekurangan: ia seorang wanita, ia tidak bisa melihat dan ia tidak berpengalaman.

Tentu saja Laura menolak untuk memercayainya. Alih-alih putus asa, ia bertekad membuktikan bahwa perktaan tersebut salah. Ia percaya bahwa kebutaan bukan rintangan, melainkan sebuah keadaan yang memaksa dirinya untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dari biasanya. Ia pun akhirnya mendapata pekerjaan pertamanya sebagai Stock Analysts (Analis Saham). Dan yang lebih hebat, ia berhasil menjadi salah satu analis dan investor saham terbaik di Wall Street, dengan meraih keuntungan tahunan sebesar lebih dari 20 % dari pasar saham yang membuatnya menjadi seorang jutawan.

Saat ini, saya mengelola portofolio saham senilai lebih dari 400 juta dolar meskipun ia tidak bisa membaca grafik saham dan melihat laporan tahunan. Pada tahun 197, ia mendirikan perusahaan investasi yang bernama Sloate Weisman Murray & Co. Ia juga berhasil mengelola modal yang menghasilkan 13% pada tahun 2008 meskipun saat itu terjadi kehancuran pasar saham akibat krisis keuangan.

Bagaimana Laura sukses meskipun banyak sekali rintangan yang menghadang dirinya? Ia mampu mengalahkan 95% dari analisis saham dan manajer keuangan lainnya yang hanya mampu menghasilkan keuntungan 10% per tahun dan kehilangan jutaan dolar pada saat terjadi krisis finansial. Ia bisa menjadi sesukses sekarang karena ia bersedia membayar harganya. Ia memiliki strategi yang benar untuk mewujudkan impiannya mesipun orang lain melihat ketidakmungkinan. Meskipun orang lain skpetis dan ragu-ragu dengan apa yang ingin diraihnya, ia tidak peduli. Ia memiliki jalan untuk meraih apa yang diimpikannya.

Ia hanya tidur kurang dari empat jam sehari. Ia sudah bangun pukul 3:45 pagi hari ketika kebanyaka orang masih tertidur lelap di bawah selimut dan kasur empuk. Begitu bangun ia mengakat telepon dan menghubungi sebuah nomor dalam bentuk kode akses 6 digit. Ketika panggilan erhubung, ia akan mendapatkan baris demi baris berita yang diterbitkan oleh surat kabar terkenal.

Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya (mengingat usianya sudah 65 tahun), ia mulai berolahraga pada pukul 5:30 pagi. Ia menaiki dan menuruni tangga apartemen miliknya di Manhattan. Ia juga menyewa seorang pelatih pribadi yang tiba pukul 6 pagi untuk membantunya menjaga berat badannya. Laura mengangkat beban 60 pounds (+ 27 g) 60 kali dalam 3 set berturut-turut. Ia tiba di kantornya di Park Avenue pukul 8:30 pagi.

Setibanya di kantor, ia menghabiskan seluruh harinya menganalisis pasar saham, berita dan data keuangan lainnya. Karena ia buta dan otomatis tidak mampu melihat, maka ia menggunakan teknologi untuk memberinya informasi penting yang diperlukan.

Ia mendengarkan berita bisnis yang suaranya keluar dari loudspeaker komputernya. Untuk memeriksa kutipan saham, ia menekan tombol F3 di komputer dengan menekan simbol ‘C’. Sebuah suara akan muncul dan akan memberikan respon kepadanya berupa kutipan untuk citigroup. Saham top miliknya: “C…Bid…50…Point…5265…End…Ask…50…Point…750…End.”

Untuk membaca e-mail tersebut, ia mengklik ganda sebuah pesan dari analisis Wall Street yang membedah laporan laba Citigroup yang dirilis sebelum bel berbunyi. Komputer akan membacakan e-mail tersebut untuknya. Ia bekerja seperti itu sampai tengah malam setiap harinya.

Itulah cara yang diambilnya untuk menjadi salah satu analisis saham terbaik di dunia. Ia tidak tertekan dengan cacat dan kekurangan yang dialaminya. Ia tidak melihat kebutaan yang dialaminya sebagai sebuah alasan untuk berhenti meraih sesuatu yang berharga. Ia memiliki jalan, rencna dan strategi untuk meraih impian dan bersedia membayar harga yang tidak berani dibayar kebanyakan orang.

    • Dini
    • September 10th, 2014

    Keren ya, kita yang normal harus bisa lebih dari itu dong.😀

  1. Terima kasih Dini atas komennya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: