Keadilan dan Hati Nurani

Tulisan ini diambil dari sebuah Warta Jemaat.

Kasus ini terjai pada tahun 2011 lalu, di Kabupaten Pemerintah Lampung. Dan ini merupakan kisah nyata yang mencorengkan aib ke wajah kita sebagai manusia,dan bangsa Indonesia terutama pemimpinnya. Apabila kita tidak merasa malu atau berdosa atau apa saja yag terjadi ini maka hendaknya kita benar-benar bertanya kepada diri sendiri : “Apakah saya ini masih manusia yang disempurnakan dengan hati nurani dan rasa keadilan.

Berikut ini kisahnya. ” Di ruang sidang pengadilan, Hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun sang manajer sebuah kertas di sumatera itu (anak perusahaan grup besar di Indonesia) tetap pada tuntutannya, agarmenjadi contoh bagi warga lainnya katanya.

Hakim Marzuki menghela napas. Dia memutuskan diluar tuntutan Jaksa Penuntut Umum, “Maafkan saya, ” katanya sambil memandang nenek itu, “Saya tak dapat membuaat pengecualiam hukum. Hukum tetap hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda Anda 1 juta rupiah dan jika anda tidak mampu membaayar, maka Anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa Penuntut Umum.

Nenek itu tertunduk lesu, hatunya remuk rendam. Sementara Hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya, kemudian mengambil dan memasukkan uang 1 juta rupiah ke topi toganya itu, dan lantas berkata kepada hadirin, :Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar 50 ribu rupiah sebab menetap di kota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya. Saudara Panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini, lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Palu diketuk dan Hakim Marzuki kemudian meninggalkan ruang sidang. Nenek itu pun kemudian pergi untuk pulang ke rumahnya dengan mengantongi uang Rp. 3,5 juta rupiah, termasuk uang Rp. 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer perusahaan kertas itu, yang tersipu malu karena telah menuntutnya…

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: