Penjelasan Mengenai Permintaan dan Penawaran

Oleh: Ais Nisa Maruntum

PERMINTAAN (DEMAND) DAN PENAWARAN (SUPPLY)

  1. PERAN PEMERINTAH DALAM MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN DI INDONESIA

Sistem ekonomi negara di dunia, terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi pasar (liberal/bebas), sistem ekonomi komando (terpusat), dan sistem ekonomi campuran. Seperti yang kita tahu bahwa negara Indonesia sendiri menganut sistem ekonomi campuran (gabungan antara sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar).

Dalam meningkatkan efisiensi, pemerataan, dan stabilitas kehidupan ekonomi individu dan masyarakat, negara Indonesia membutuhkan peran dari pemerintah dan mekanisme pasar (interaksi permintaan dan penawaran pasar) yang bersifat saling melengkapi (komplementer) dengan pelaku ekonomi lainnya (pihak swasta). Pemerintah dalam hal ini mempunyai fungsi sebagai regulator, sehingga mekanisme pasar tidak dapat berfungsi tanpa keberadaan aturan yang dibuat oleh pemerintah. Aturan ini memberikan landasan bagi penerapan aturan main, termasuk pemberian sanksi bagi pelaku ekonomi yang melanggar agar mampu mencegah atau mengatasi kegagalan pasar.

Peran pemerintah dalam mempengaruhi permintaan dan penawaran, apabila kita kaji akan terlihat seperti yang tergambar dalam diagram di bawah ini.

Image

Pemerintah dapat berperan dengan melakukan campur tangan secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung, pemerintah berupaya untuk turut terlibat dalam melakukan permintaan maupun penawaran pasar. Contoh yang mudah kita ambil adalah pemerintah melakukan pembelian gabah atau beras dari petani pada musim panen. Gabah atau beras yang telah dibeli tersebut kemudian disimpan di gudang-gudang pemerintah dan dijual melalui operasi pasar pada musim paceklik. Hal tersebut dilakukan untuk menampung kelebihan produksi di saat musim panen agar harga tidak jatuh sehingga petani tidak mengalami kerugian. Langkah itu juga mampu menambah pasokan (penawaran) pada musim paceklik yang menyebabkan harga tidak naik sehingga konsumen tetap dapat membeli beras.

Campur tangan pemerintah terhadap permintaan dan penawaran yang lain adalah secara tidak langsung. Dalam hal ini, pemerintah terlibat dalam pembuatan peraturan-peraturan. Penjelasan mengenai keterlibatan pemerintah dalam pembuatan peraturan (mengintervensi) terkait permintaan dan penawaran adalah sebagai berikut:

  • Menetapkan harga minimum (floor price)

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk melindungi produsen, terutama produsen yang menghasilkan produk pertanian. Contoh kasusnya adalah ketika para petani cabai tidak bisa memperoleh hasil panen cabai yang berkualitas baik akibat hama, maka akan menyebabkan harga pasar terhadap cabai yang terlalu rendah. Oleh karenanya pemerintah memberi harga minimum bagi cabai supaya tidak ada tengkulak yang membeli dengan harga sangat murah kemudian dijual kembali kepada konsumen lain dengan harga tinggi. Bisa kita bayangkan apabila harga cabai tinggi sementara di pasaran kuantitas cabai yang semakin langka, maka akan menyebabkan ketimpangan dalam hal permintaan dan penawaran. Peran pemerintah seperti inilah yang mampu menyelamatkan para produsen cabai.

Image

Cabai segar disukai oleh konsumen

Image

Cabai berkualitas buruk tidak disukai konsumen

  • Menetapkan harga maksimum (ceiling price)

Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan pemerintah untuk melindungi konsumen. Kebijakan ini dilakukan saat harga pasar dianggap terlalu tinggi dan di luar batas daya beli masyarakat (konsumen). Contoh yang mudah kita ambil adalah saat kita merasa sakit kepala dan membeli obat di warung atau apotek. Pada kemasan obat sakit kepala tersebut akan tertera Harga Eceran Tertinggi (HET). Melalui adanya HET tersebut, penjual tidak diperbolehkan untuk menjual produk obat sakit kepala tersebut di atas harga maksimum. Oleh pemerintah, HET tersebut telah ditentukan dengan pertimbangan kemampuan konsumen untuk mampu membeli produk obat sakit kepala tersebut.

Image

Harga Eceran Tertinggi (HET) terdapat dalam kemasan obat

  • Menetapkan pajak

Pemerintah menetapkan pajak untuk berbagai produk dengan tarif yang berbeda-beda. Terkadang kita bertanya, untuk apa hasil produksi suatu perusahaan harus dikenai pajak. Sebenarnya, pajak tersebut digunakan untuk melindungi para produsen di Indonesia agar terjadi kestabilan permintaan dari konsumen terhadap produk-produk yang ditawarkan oleh produsen. Contoh sederhananya adalah saat kita membeli baju di pasar tradisional yang mayoritas baju-baju tersebut di produksi oleh produsen dari dalam negeri (Indonesia). Harga yang akan kita dapatkan akan lebih murah apabila dibandingkan dengan saat kita membeli baju di mall yang mayoritas baju-baju yang ditawarkan diproduksi oleh luar negeri. Hal ini terjadi karena baju-baju produksi luar negeri tersebut telah dikenai pajak saat masuk Indonesia oleh pemerintah. Dapat kita bayangkan apabila harga baju produksi luar negeri tidak dikenakan pajak dan mempunyai harga yang sama dengan baju harga produksi dalam negeri, tentunya banyak konsumen yang lebih memilih untuk membeli baju produksi luar negeri dan menyebabkan turunnya permintaan terhadap baju produksi dalam negeri. Untuk itulah kebijakan pemberian pajak diberlakukan oleh pemerintah.

  • Memberikan subsidi

Pemberian subsidi oleh pemerintah diberikan kepada perusahaan yang baru berdiri untuk menekan biaya produksi dan diberikan pula kepada perusahaan yang menghasilkan barang kebutuhan pokok. Kebijakan pemberian subsidi ini diberlakukan dengan tujuan yang sama yaitu melindungi produsen dan konsumen dalam upaya pengendalian harga dan untuk menekan inflasi. Contoh yang dapat diambil adalah ketika Ais mendirikan sebuah perusahaan baru yang diberi nama Perusahaan “Ais” dan bergerak dalam usaha memproduksi tas. Karena tas-tas yang dipasarkan di Indonesia bervariasi dan bersaing dengan tas-tas yang diproduksi dari luar negeri, maka Perusahaan “Ais” harus mampu menawarkan tas dengan harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan tas produk luar negeri, meskipun kualitas kedua produk sama-sama bagus. Di sini peran pemerintah yang memberikan subsidi bagi Perusahaan “Ais” sangat berguna untuk menekan biaya produksi dan memberikan dorongan untuk mampu bersaing dengan tas produk luar negeri. Dengan adanya subsidi, maka Perusahaan “Ais” mampu menawarkan produk dengan harga murah dan permintaan dari konsumen untuk lebih memilih produk dalam negeri pun semakin meningkat.

Itulah beberapa peran yang dilakukan oleh pemerintah di Indonesia dalam mempengaruhi permintaan dan penawaran sebagai upaya untuk melindungi produsen dan konsumen di Indonesia.

  1. APLIKASI PERMINTAAN DAN PENAWARAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Tentu kita tidak asing dengan salah satu cara perusahaan dalam menawarkan produknya, yaitu melalui iklan yang berslogan “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”. Iklan tersebut dikeluarkan oleh PT Sinar Sosro yang diharapkan akan mampu meningkatkan permintaan dari konsumen terhadap produk Teh Botol Sosro.

Namun, persoalan lain muncul, apakah yang terjadi apabila harga Teh Botol Sosro naik? Apakah akan memberikan pengaruh terhadap makanan yang selalu disandingkan dengan Teh Botol Sosro? Mari kita analisis persoalan ini secara ekonomi dengan topik permintaan (demand) dan penawaran (supply).

Image

Teh Botol Sosro dan nasi goreng adalah barang yang saling komplementer

Kita mengambil contoh bahwa makanan yang selalu disandingkan dengan Teh Botol Sosro tersebut adalah nasi goreng. Nasi goreng adalah barang komplementer (pelengkap) dari Teh Botol Sosro. Dalam kasus barang komplementer, apabila salah satu barang utama harganya naik, maka permintaan akan barang tersebut akan menurun. Demikian pula barang pelengkapnya akan mengikuti barang utama, yaitu mengalami permintaan yang menurun. Sekarang mari kita terapkan terhadap kasus Teh Botol Sosro. Apabila harga Teh Botol Sosro naik, maka permintaan konsumen terhadap Teh Botol Sosro dan nasi goreng sebagai barang komplementernya akan menurun.

Sekarang, keadaan berbalik. Apakah yang akan terjadi apabila harga Teh Botol Sosro turun? Akankah pula memberikan pengaruh terhadap nasi goreng?

Pada saat harga Teh Botol Sosro turun, maka yang terjadi adalah banyak konsumen yang ingin minum Teh Botol Sosro dan permintaan pun akan naik. Apabila permintaan Teh Botol Sosro naik, maka konsumen juga akan makan nasi goreng yang berperan sebagai barang komplementer. Semakin murah lagi harga Teh Botol Sosro, maka kemungkinan besar konsumen akan menambah porsi Teh Botol Sosro hingga minum sampai 2 atau 3 botol dan menambah porsi nasi goreng menjadi 2 atau 3 piring. Penurunan harga Teh Botol Sosro, akan menyebabkan naiknya permintaan nasi goreng.

Kesimpulan yang dapat diambil dari kasus Teh Botol Sosro dan nasi goreng ini adalah:

“Sesuai slogan, Teh Botol Sosro dan nasi goreng merupakan barang komplementer (pelengkap) sehingga tidak dapat dipisahkan. Bila harga Teh Botol Sosro naik, permintaan nasi goreng akan menurun, sebaliknya bila harga Teh Botol Sosro menurun, permintaan nasi goreng akan naik, cateris paribus. Jadi, antara Teh Botol Sosro dan nasi goreng mempunyai korelasi negatif.”

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: