Upah, Gaji, Tradeoff, Circular Flow Diagram (very good explanation)

oleh: Okta Riski Surhayadi

Perbedaan Upah dan Gaji

          Dalam pelaksanaan operasioanal suatu perusahaan, sudah barang tentu tenaga kerja memegang peranan penting di dalamnya bahkan tenaga kerja merupakan hal yang paling vital. Di dalam pelaksanaannya, perusahaan pasti melakukan balas budi atas jasa yang diberikan oleh para tenaga kerja berupa upah dan gaji. Banyak orang yang menganggap bahwa upah dan gaji itu sama. Namun pada dasarnya upah dan gaji itu merupakan hal yang berbeda. Pada kesempatan ini, akan kita bahas mengenai perbedaan upah dan gaji.

Perbedaan upah dan gaji sebenarnya cukup mudah dimengerti. Upah adalah imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada pekerja berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau banyaknya pelayanan yang diberikan. Sedangkan gaji merupakan imbalan finansial yang diberikan secara teratur, seperti bulanan, caturwulan ataupun tahunan.

Untuk lebih jelasnya mari kita ambil suatu ilustrasi dari pengertian-pengertian di atas.

Pak Andi bekerja sebagai kuli bangunan dalam suatu proyek perusahaan A dengan bayaran yang sudah disepakati yaitu Rp. 10.000/jam. Pada hari itu pak Andi bekerja selama 10 jam dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Berarti penghasilan  pak Andi adalah Rp. 100.000 dan bayaran tersebut langsung dibayar pada hari itu juga. Jika keesokan harinya pak Andi hanya bisa bekerja selama 5 jam berarti penghasilan pak Andi adalah Rp. 50.000. Di lain sisi, pak Sentot juga bekerja di perusahaan A sebagai penanggung jawab di satu proyek yang sama dengan pak Andi. Tetapi pak Sentot mendapatkan bayaran yang rutin setiap bulannya senilai Rp. 5.000.000 sesuai dengan apa yang sudah disepakati dengan perusaan tersebut. Tidak peduli apa yang terjadi, baik pak Sentot akan bekerja lembur atau  akan menyelesaikan proyek ini secepat mungkin, pak Sentot akan tetap mendapatkan bayaran yang sama.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa, penghasilan pak Andi berubah-ubah sesuai dengan kuantitas kerjanya dan penghasilan pak  Sentot relatif tetap setiap bulannya tidak peduli akan lembur atau apapun itu . Itulah merupakan satu contoh dari sistem upah dan sistem gaji. Sistem upah memiliki suatu kelemahan, karena penghasilan dinilai hanya dari jumlah kuantitas kerjanya, sehingga terkadang para tenaga kerja menjadi asal-asalan dalam melakukan pekerjaannya. Disamping itu, sistem upah juga memiliki keunggulan yaitu menjadikan iklim yang kompetitif diantara para tenaga kerja, hal tersebut lah yang  tidak dimiliki jika perusahaan menerapkan sistem gaji.
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2123609-definisi-gaji-upah-insentif-dan/#ixzz26SbOWA3z

Perbedaan Trade Off dan Opportunity Cost

            Di dalam ekonomi, masih cukup banyak yang keliru dalam mendefinisikan apa itu trade off dan apa itu opportunity cost. Jika tidak dipahami dengan baik memang terkadang keliru apa itu trade off dan apa itu opportunity cost. Untuk mengerti lebih jelas tentang trade off dan opportunity cost, mari kita lihat contoh ilustrasi berikut.

Sering kali kita, para lelaki, menganggap bahwa wanita itu adalah suatu masalah. Ada yang bilang mereka itu banyak maunya, minta beli ini, minta jemput, minta ditelpon, diisiin pulsa, diajak malam mingguan dan masih terlalu banyak ‘tuntutan’ lainnya. Wanita itu lemah, harus 24 jam dijaga nonstop! Bahkan ada tipe wanita yang overposessif, sampai – sampai  terima sms dari temen aja harus lapor 1 x 24 jam.

Berdasarkan hal itu lah terkadang cowo befikir, dan cukup flashback sama pengalaman pribadi. Ternyata emang setiap cowo mempertimbangkan semua hal untuk menggaet cewe idamannya, nggak cuma faktor intern tetapi juga faktor extern. Disinilah muncul hukum ekonomi, “Trade Off” dan “Opportunity Cost”. Tidak selamanya ekonomi berhubungan dengan uang, karena permasalahan seperti ini juga bisa dipahami dengan menggunakan hukum ekonomi.

Sebut saja ini mawar dan melati

Kita bicarakan 2 cewe diatas, mawar dan melati. Saat mereka ada di hadapan kamu dan kamu (pasti) naksir sama keduanya. Tidak mungkin kan kamu borong semua? NAH, maka dari itu timbullah pilihan. Ketika kita memilih salah satu dari pilihan tersebut, itu yang disebut Trade Off. Bersamaan dengan trade off yang kita lakukan, sesuai dengan pandangan ekonomi yang kita pelajari, maka ada kerugian yang kita tanggung ketika kita milih salah satu. Misal kita milih mawar karena dia cantik, pintar masak dan baik hati, daripada melati yang juga cantik, baik hati tetapi tidak pintar masak. Tapi di sisi lain kamu juga kehilangan nilai lebih melati, yang ternyata sangat beriman dan rajin mengaji. Itulah yang dapat dibilang dengan Opportinity Cost

 

Ternyata membuat satu keputusan itu susah apabila dihadapkan dengan masalah yang semacam ini. Ada – ada  saja. Makanya  buat cewe-cewe yang masih jomblo dan pengen dapet cowok, berhati – hati lah! Jangan – jangan kamu termasuk yang opportunity cost-nya kecil dan kalo sampe kamu nggak bisa mengekspor diri untuk naikin price kamu, paling buruk bisa jadi gini

Perawan Tua

            Dari ilustrasi diatas, kita dapat ambil beberapa kesimpulan. Trade off adalah keadaan dimana kita dihadapkan dengan sebuah pilihan yang mau tidak mau kita harus memilih salah satu diantaranya. Sedangkan opportunity cost adalah biaya implisit (pengorbanan) karena kita memilih sesuatu dan kehilangan sesuatu yang lain yang tidak menjadi pilihan kita, dalam kata lain opportunity cost adalah pengorbanan yang kita dapat karena telah membuat satu pilihan, biasanya ada penyesalan di sini. Jadi opportunity cost terjadi karena sebelumnya kita dihadapkan dengan sebuah trade off, dan sebuah trade off kemungkinan besar akan menyebabkan opportunity cost.

Sekian penjelasan tentang trade off dan opportunity cost. Semoga kita menjadi lebih mengerti dan memahami perbedaan diantara keduanya.

Sumber : http://wiki.answers.com/Q/What_is_the_difference_between_trade-off_and_opportunity_cost dan http://pelajarbadung.blogspot.com/2009/09/trade-off-dan-oportunity-cost-dalam.html?showComment=1347754571335#c2828073358834447300

Peran Pemerintah dalam Circular Flow Diagram

 

          Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial sekaligus makhluk ekonomi. Hampir setiap saat manusia melakukan kegiatan ekonomi dalam kegiatan sehari – hari nya. Manusia bekerja semata – mata untuk memenuhi kegiatan ekonominya. Kegiatan ekonomi yang banyak dan kompleks dapat dipahami dengan mudah melalui suatu model ekonomi. Keterkaitan antara pelaku-pelaku ekonomi tersebut dapat digambarkan dalam siklus aliran arus uang dan arus barang yang dapat digambarkan dalam circular flow diagram. Berikut ini merupakan bentuk dari circular flow diagram.

Di dalam gambar tersebut adalah interaksi murni antara rumah tangga dan perusahaan, belum terdapat campur tangan pemerintah. Pada kesempatan ini akan kita bahas peran pemerintah dalam circular flow diagram.

Dalam pelaksanaannya sebenarnya peran pemerintah sangat penting. Peran pemerintah dalam circular flow diagram dapat dilihat dari gambar berikut.

Peran pemerintah dalam hal ini sering disebut dengan kegiatan ekonomi tiga sektor. Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan, diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan perekonomian.
Pemerintah menggunakan pendapatan dari pajak untuk membeli barang dan jasa dari pasar faktor produksi, pasar barang, dan perusahaan. Barang dan jasa tersebut digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Beberapa ahli ekonomi berpendapat bahwa perekonomian pasar (market economy), yaitu perekonomian yang berdasarkan pada mekanisme pasar yang dapat bekerja dengan efisien. Adapun beberapa ahli ekonomi lainnya berpendapat bahwa perekonomian pasar akan mencapai hasil yang memuaskan jika pemerintah ikut campur tangan dalam kehidupan perekonomian. Salah satu bentuk campur tangan pemerintah adalah dengan mengenakan pajak kepada masyarakat yang kemudian digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan masyarakat yang diberikan yaitu seperti memberikan subsidi terhadap barang dan jasa yang  melingkup masyarakat luas dan setiap orang membutuhkannnya.

Di samping sebagai pelaku ekonomi, pemerintah juga berfungsi sebagai pengatur dan pengawas kegiatan ekonomi rumah tangga perusahaan swasta dan koperasi. Tujuannya adalah agar pelaku ekonomi tersebut melakukan kegiatan ekonominya sesuai dengan peraturan yang ada dan tidak merugikan masyarakat.

Mari kita ambil suatu ilustrasi tentang pernyataan – pernyataan yang ada diatas.

Perusahaan X memproduksi suatu produk beras yang  SDA dan SDM nya didapatkan dari sektor rumah tangga. Sektor rumah tangga menyediakan tanah, padi dan para petani untuk mengolah bibit padi hingga menjadi beras. Perusahaan berusaha untuk membalas jasa kepada para petani berupa upah yang sebelumnya telah disepakati. Beras yang sudah siap untuk dijual oleh perusahaan, sebelumnya harus melalui sistem mekanisme pasar yang sedemikian rupa. Terkadang di dalam mekanisme pasar tersebut, harga yang dipatok perusahaan menjadi melonjak tajam atau bahkan hingga tidak terkontrol. Dalam peristiwa inilah peran pemerintah sangat terlihat, yaitu mengontrol harga dan mengontrol pasar. Setelah melalui mekanisme pasar yang dibimbing oleh pemerintah beras tersebut pun baru dapat sampai ke tangan konsumen dengan harga yang sedemikian rupa. Lalu harga yang dipatok oleh perusahaan kepada konsumen itu sudah termasuk pajak didalam nya yang nantinya akan digunakan lagi untuk para konsumen dan operasional perusahaan. Pemerintah juga memberikan subsidi kepada konsumen apabila harga terlalu melonjak naik, dan memberikan subsidi kepada produsen apabila operasional perusahaan terlampau tinggi sehingga menghambat proses produksi perusahaan.

Begitulah contoh sederhana penerapan circular flow diagram dalam kegiatan perekonomian.

Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2053416-circular-flow-diagram/#ixzz26Vv4DZXV dan http://ekonomikelasx.blogspot.com/search/label/siklus%20ekonomi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: