Memahami Definisi Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi di Indonesia

 oleh: lailul Marum

  1. Apa Definisi dari Pembangunan?

Menurut Jakob Oetama Pembangunan ialah usaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Apapun usaha yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat masuk dalam kategori pembangunan. Namun, salah satu pendiri Koran harian KOMPAS ini menambahkan bahwa dalam proses pembangunan terdapat unsur heroisme, unsur konflic, unsur frustasi, unsur romantic, dan unsur human yang mendalam. Jadi dalam mencapai development goals yang sesuai dengan harapan perlu adanya rencana dan rancangan pembangunan yang jelas.

Jangan sampai terjadi ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan hal-hal yang dapat menghambat pembangunan. Contoh kecilnya seperti rasa pesimis masyarakat atas kemampuan Negara dalam mencapai kemajuan atau misalnya juga adanya konflik yang dapat menjadikan pembangunan Negara terbengkalai.

Menurut pandangan Schumpeter (Suryana, 2000:5), pembangunan ekonomi bukan merupakan proses yang harmonis atau gradual, tetapi merupakan perubahan yang spontan dan tidak terputus-putus. Pembangunan ekonomi ini disebabkan oleh perubahan, terutama dalam lapangan industri dan perdagangan.

Pembangunan ekonomi juga berkaitan erat dengan pendapatan per kapita dan pendapatan nasional. Pendapatan per kapita yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu daerah sedangkan pendapatan nasional merupakan nilai produksi barang-barang dan jasa-jasa yang diciptakan dalam suatu perekonomian di dalam masa satu tahun. Pertambahan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita dari masa ke masa dapat digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dan juga perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu daerah. Dalam pengertian pembangunan ekonomi yang dijadikan pedoman adalah sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang.

Dengan bahasa yang berbeda, Boediono (1999:8) menyebutkan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output dalam jangka panjang.  Pengertian tersebut mencakup tiga aspek, yaitu proses, output per kapita, dan jangka panjang. Jadi pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses, bukan gambaran ekonomi atau hasil pada saat itu. Boediono (1999:1-2) menyebutkan secara lebih lanjut bahwa Pertumbuhan ekonomi juga berkaitan dengan kenaikan ”output per kapita”.  Dalam pengertian ini teori tersebut harus mencakup teori mengenai pertumbuhan GDP dan teori mengenai pertumbuhan penduduk. Sebab apabila kedua aspek tersebut dijelaskan, maka perkembangan output perkapita bisa dijelaskan juga. Kemudian aspek yang ketiga adalah pertumbuhan ekonomi dalam perspektif jangka panjang, yaitu apabila selama jangka waktu yang cukup panjang tersebut output perkapita menunjukkan kecenderungan yang meningkat.

  1. Apa Tujuan dari Pembangunan?

Menurut MP Todaro Tujuan Inti  Pembangunan adalah tiga hal dibawah ini.

  • Peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup  yang  pokok,
  • Peningkatan Standar hidup,
  • Perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi semual apisan masyarakat.

Selain itu ada kaitan antara tujuan pembangunan ekonomi dan tujuan pembangunan nasional dengan dimensi jangka waktu pendek dan panjang yaitu:

  • Tujuan pembangunan ekonomi jangka pendek yang berhubungan dengan tujuan pembangunan nasional adalah untuk meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan merata serta meletakkan landasan yang kuat untuk pembangunan berikutnya.
  • Tujuan pembangunan ekonomi jangka panjang adalah mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang  merdeka, bersatu berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib,dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dandamai. Pada tahap awal pembangunan dititikberatkan pada bidang ekonomi dengan harapanakan berpengaruh pada bidang lain.
  1. Apa Perbedaan Antara Pertumbuhan dan Pembangunan?

Menurut Sadono Sukirno (1996:33), pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memilik ide finisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah  proses  kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Sedangkan pembangunan ekonomi ialah usaha meningkatkan pendapatan perkapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen.

Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indicator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi memiliki criteria yang lebih baik daripada pertumbuhan ekonomi. Ada beberapa perbedaan yang menunjukkan bahwa pembangunan lebih diharapkan dari sekedar pertumbuhan ekonomi diantaranya yaitu:

  • Pembangunan merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
  • Pembangunan memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
  • Pembangunan memperhatikan pertambahan penduduk.
  • Pembangunan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  • Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
  • Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.

 

  1. Menurut Anda Apakah Pembangunan Indonesia Sudah “On The Right Track”? Dan Siapakah Yang Berperan dalam Pembangunan Indonesia?

Pembangunan Nasional saat ini masih bersifat jangka pendek dan relative belum terselesaikan dengan kompleksitas permasalahan yang ada. Permasalahan ini mungkin cukup sulit untuk diselesaikan. Pergantian pemimpin merupakan salah satu penyebabnya. Setelah habis masa periode kepemimpinan,  banyak terjadi pemimpin-pemimpin baru baik pusat maupun daerah-daerah tidak melanjutkan pembangunan yang telah disusun dan direncanakan oleh pemimpin sebelumnya. Padahal pembangunan Indonesia memerlukan keterpaduan kebijakan di bidang ekonomi, politik, dan hukum yang efektif. Selainitu, juga sangat dibutuhkan kebijakan pembangunan yang berkesinambungan dan dilaksanakan konsistendari waktu ke waktu.

Terlepas dari kelemahan itu semua, Pembangunan ekonomi Indonesia bias dikatakan semakin membaik dengan melihat pada pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada triwulan kedua tahun  2012. Dari data statistik yang dipublikasikan oleh BPS menyatakan bahwa PDB September 2012 mencapai 2,8 % dibandingkan dengan triwulan-I di tahun yang sama. Dan apabila dibandingkan dengan tahun yang lalu di triwulan yang sama mengalami pertumbuhan 6,4%. Jadi secara kumulatif, perekonomian Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2012  tumbuh sebesar 6,3%.

Dari Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi edisi 28 Bulan September 2012 yang sudah diedarkan itu menunjukkan membaiknya tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Dalam setahun terakhir yakni mulai Februari 2011-Februari 2012 jumlah penduduk yang sudah mendapatkan pekerjaan bertambah 1,5juta. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini sebesar 6,32%.  Sedangkan tingkat kemiskinan dapat ditekan hingga sebesar 11,96% (29,13 juta) yang pada periode sebelumnya sebesar 12,49% (30,02 juta) berarti turun sekitar 0,89%.

Pengangguran Terbuka*) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2009, 2010, dan 2011

*)Mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, sudah punya.

Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2009, 2010, dan 2011

Dari data-data diatas menandakan bahwa pembangunan Indonesia cendrung membaik, tetapi bukan berarti tanpa masalah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemajuan yang telah dicapai dan memperbaiki sistem pemerintahan yang cendrung menjadikan pembangunan Indonesia mengalami kendala. Diharapkan adanya partisipasi semua kalangan baik pemerintah  maupun masyarakat Indonesia untuk berperan dalam segala aspek pembangunan, bukan hanyasistem ekonomi namun juga sosial, politik,  hukum, dan tata nilai serta norma yang juga merupakan unsur berpengaruh terhadap pembangunan negeri ini.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: