Kenaikan BBM Bersubsidi di Mata Seorang Mahasiswa Asing

oleh: Hu Xiao Chen

Berikut adalah beberapa berita dari koran Kompas.DPR: Kenaikan harga BBM Rp 1500 belum final.

Pengamat Ekonomi Universitas Padjajaran, Bandung, Kodrat Wibowo, mendorong pemerintah segara mengumumkan kenaikan harga bahan bakar bersubsidi. Hal ini bertujuan mencegah domino efek kenaikan harga berlarut-larut.

Menurut analis energi Dirgo W Purbo, dia mengatkan kanaikan BBM bersubsidi terkait dengan target produksi minyak mentah siap jual di bawah 900,000 barrel per hari sama seperti periode 1970-an. Tetapi, soalnya pada era ini penduduk Indonesia mencapai 230 juta, sementara penduduk Indonesia sudah tiga kali lipat daripada dulu, tidak mungkin pemerintah memenuhi permintaan BBM masyarakat dengan barrel yang sama.

Wakil presiden Boediono mengatakan Indonesia saat ini menghadapi kendala besar terkait ancaman defisit anggaran akibat subsidi harga BBM yang membengkak. Pemerintah berupaya mengurangi membengkakanya subsidi dengan mengurangi belanja-belanja yang tak perlu, kalau pemerintah tidak melakukan apa-apa defisit anggaran bisa mencapai lebih dari 4 persen. Pemerintah sudah menyiapkan paket-paket kompensasi bagi kelompok-kelompok yang akan terkena dampak langsung dari kenaikan harga BBM. Paket kompensasi tersebut termasuk bantuan yang diberikan tunai dan stimulus infrastruktur.

BLSM sebagai kompensasi kenaikan harga BBM terus di kritisi. Banyak mahasiswa demonstrasi untuk menunjukkan rasa menolak kenaikan harga BBM. Menutur saya, BLSM sama dengan BLT, ini tidak hanya tidak bisa menyelesaikan akar persoalan kemiskinan, tetapi juga akan mengakibatkan ketidakmandirian masyarakat, apalagi akan menimbulkan banyak efek samping seperti korupsi, kerena tidak ada orang bisa menjamin jika sasaran yang ditujukan dari kompensasi kenaikan BBM itu benar-benar terima subsidinya atau tidak. Sebenarnya harga BBM di Indonesia sudah cukup murah, kalau harga BBM di China, yang 93# bisa mencapai 8.57 yuan(kira-kira Rp. 12,855), 97# bisa mencapai 9.04yuan(kira-kira Rp. 13560), yang 90# bisa mencapai 7.96yuan(kira-kira Rp. 11,940), yang 0# bisa mencapai 7.84yuan(kira-kira Rp. 11.760).Mengapa banyak orang miskin di suatu negara, karena rakyatnya tidak punya uang, mengapa rakyat tidak punya uang, karena tidak punya pekerjaan, mengapa rakyat tidak punya pekerjaan, karena tidak tersedia cukup lowongan pekerjaan, siapa harus tanggung jawab? Jawabannya pemerintah. Memberi uang kepada orang miskin memang bisa mencukupi kebutuhan dasarnya satu minggu atau dua minggu, tetapi bagaimana hari berikutnya? Yang menjadi pengamen tetap pengamen, yang menjadi anak jalanan tetap anak jalanan, yang menjadi pencuri tetap pencuri. Berikan mereka pekerjaan baru kebijakan yang betul. Bagaimana menciptakan begitu banyak pekerjaan? Gunakanlah begita banyak subsidi kepada bidang lain, seperti infrastruktasi, kesehatan, pendidikan dll. Karena untuk memperbaiki bidang masing-masing, tentu perlu banyak tenaga kerja, jadi banyak lowongan kerja muncul, ini namanya sekali cencang dua putus.

Kalau subsidi tersebut digunakan untuk memperbaiki insfrastruktur, menyempurnakan transportasi umum, seperti bus, tujuan pemerintah untuk mengontrol penggunaan BBM cepat atau lambat akan terwujud. Semua orang baik local atau luar bisa merasa, alangkah buruknya sistem transportasi umumnya di Indonesia, baik kota besar maupun kota kecil, wajar sekali banyak orang memilih membeli kendaraan sendiri, seperti motor atau mobil, ini akan menambah kebutuhan BBM. Tranportasi umum yang lengkap tidak hanya memudahkan kehidupan sehari-hari rakyat, juga akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi setempat, citra sebuah kota dll. Gunakan subsidi baik bentak BLT, BLSM atau yang lain ke bidang kesehatan, supaya tidak ada lagi rakyat mengobati dirinya jauh-jauh ke luar negeri, sebagai mahasiswa berjurusan bahasa dan sastra Indonesia di China, saya sudah tahu keadaan rumah sakit di Indonesia, dari koran, dosen, teman Indonesia dll. Juga bertemu dengan banyak pasien dari Indonesia, karena ketidakpercayaan kepada RS Indonesia, atau ketidakmampuan RS Indonesia, mereka lebih memilih mengobati di China dibandingkan di kampung halamannya. Gunakan subsidi ke bidang pendidikan, supaya setiap orang dapat hak untuk terdidik, pembodohan adalah pembunuh yang fatal bagi negara apapun.

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: