Apa-Mengapa-Bagaimana ”Perekonomian Indonesia”

oleh: Riesa Aulia Suciati

Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda ketika mendengar perekonomian Indonesia? Utang, inflasi, atau kemiskinan? Tetapi untuk saat ini bukan hal tersebut yang akan diperbincangkan melainkan sistem perekonomian dan perkembangannya. Sebelum membahas hal tersebut, apakah yang dimaksud dengan sistem ekonomi? Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suatu supra sistem kehidupan masyarakat. Sistem ekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara. Pada negara-negara yang berideologi politik leiberalisme dengan rezim.

Sejak kemerdekaan pada tahun 1945, masa orde lama, masa orde baru sampai masa sekarang (masa reformasi) Indonesia telah memperoleh banyak pengalaman politik dan ekonomi. Peralihan dari orde lama dan orde baru telah memberikan iklim politik yang dinamis walaupun akhirnya mengarah ke otoriter namun pada kehidupan ekonomi mengalami perubahan yang lebih baik.

1. Masa Orde Lama (1945-1966) Pada masa ini perekonomian berkembang kurang menggembirakan, sebagai dampak ketidakstabilan politik dan seringnya pergantian kabinet.

 

 

 

2. Masa Orde Baru (1966-1997) Menghadapi perekonomian yang sedemikian rupa, pemerintah peralihan menetapkan beberapa langkah perioritas kebijakan ekonomi sebagai berikut :

a. Memerangi inflasi

b. Mencukupkan stok cadangan bahan pangan terutama beras

c. Merehabilitasi prasarana perekonomian

d. Meningkatkan ekspor

e. Menyediakan/menciptakan lapangan kerja

f. Mengundang kembali investor asing

3. Masa Reformasi (1998-sekarang) Pada masa reformasi ini perekonomian indoensia ditandai dengan krisis monoter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda kearah pemulihan. Walaupun ada pertumbuhan ekonomi sekitar 6% untuk tahun 1997 dan 5,5% untuk tahun 1998 dimana inflasi sudah duperhitungkan namun laju inflasi masih cukup tinggi yaitu sekitar 100%. Adapun faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, secara umum adalah :

1. Faktor produksi

2. Faktor investasi

3. Faktor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran

4. Faktor kebijakan moneter dan inflasi

5. Faktor keuangan negara

Seperti yang kita tahu, sistem perekonomian Indonesia mengacu pada ekonomi Pancasila.Indonesia merancang sendiri sistem perekonomiannya sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Kegiatan perekonomian yang dijalankan semata-mata untuk membentuk persatuan bangsa yang semakin kuat.

Pada tataran filosofis ekonomi Pancasila tentulah harus dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Atas dasar itu maka Ekonomi Pancasila tidak semata-mata bersifat materialistis, karena berlandas pada keimanan dan ketakwaan yang timbul dari pengakuan kita pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Keimanan dan ketakwaan menjadi landasan spiritual, moral dan etik bagi penyelenggaraan ekonomi dan pembangunan. Dengan demikian Ekonomi Pancasila dikendalikan oleh kaidah-kaidah moral dan etika, sehingga pembangunan nasional kita adalah pembangunan yang berakhlak. Ekonomi Pancasila, dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, menghormati martabat kemanusiaan serta hak dan kewajiban asasi manusia dalam kehidupan ekonomi. Dalam ekonomi Pancasila dengan demikian tidak dikenal “economic animal”. Sistem Ekonomi Pancasila yang bermoral, manusiawi, nasionalistik, demokratis dan berkeadilan, jika diterapkan secara tepat pada setiap kebijakan dan program akan membantu terwujudnya keselarasan dan keharmonisan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Dalam tataran operasional, yang sangat diperlukan adalah konsep mengenai bagaimana peran para pelaku ekonomi dalam sistem Ekonomi Pancasila, dalam menghadapi tantangan-tantangan besar di masa depan, yaitu menghadapi ekonomi global dengan meningkatkan daya saing dan membangun semua potensi ekonomi di dalam negeri agar tumbuh kuat dan dapat turut menyumbang kepada kekuatan ekonomi nasional. Sasarannya adalah membangun masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan, di atas landasan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan yang berkeseimbangan.

Saat ini ada kabar yang cukup baik untuk perekonomian Indonesia. Jakarta, Selasa (17/1/2012) ketika memberikan keterangan kepada pers mengenai keadaan ekonomi Indonesia, pengamat ekonomi sekaligus Direktur Keuangan Financial Reform Institute Muhammad Husni Thamrin menyatakan, perekonomian Indonesia pada 2012 siap untuk lepas landas. Yang membuat ia yakin pada pernyataannya adalah  tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2011 mencapai 6,5 persen dengan inflasi sebesar 3,79 persen. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN serta negara dengan angka inflasi terendah se-Asia Pasifik. Di samping itu, selama tujuh tahun terakhir angka kemiskinan di Indonesia terus menurun.

Kabar baik kedua untuk Indonesia adalah Kadin London mengakui kemajuan perekonomian Indonesia. Indonesia dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara memiliki masyarakat kelas menengah sebesar 45 juta orang, merupakan pasar yang stabil dengan tingkat pertumbuhan tinggi dan membuka potensi kerjasama besar bagi perusahaan-perusahaan Inggris. Hal itu disampaikan Wendy Deller, Head of Group Policy Development Prudential, dalam acara `Indonesia: Market Update’ yang diselenggarakan London Chamber of Commerce and Industry (LCCI), atau KADIN London, bekerjasama dengan Prudential Corporation, Kantor BKPM-London dan KBRI London. Kemajuan ekonomi ini bukan hanya adanya reformasi di bidang ekonomi yang dilakukan pemerintahan Presiden Yudhoyono akan tetapi kinerja ekonomi Indonesia yang tinggi, dikombinasikan dengan sistem pemerintahan demokratis yang mendorong pembangunan berkelanjutan, telah menjadikan Indonesia kuat di tengah gelombang krisis ekonomi global yang menimpa dunia beberapa waktu ini. Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2011 yang mencapai 700 miliar dolar AS membuat Indonesia terdaftar sebagai anggota G-20 (negara-negara dengan volume ekonomi terbesar di dunia).

Tahun 2012 ini pemerintah merencanakan beberapa program dalam sektor ekonomi seperti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Diharapkan program ini akan berjalan dengan lancar sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan secara signifikan.

Referensi:

Hill, Hal, Ekonomi Indonesia, Murai Kencana, Edisi Ke II. 2000.

http://www.antaranews.com/berita/293176/ekonomi-indonesia-2012-siap-tinggal-landas

http://www.antaranews.com/berita/297693/kadin-london-akui-kemajuan-perekonomian-indonesia http://www.anneahira.com/sistem-perekonomian-di-indonesia.htm

http://enjhayagas.blog.com/2011/06/08/ekonomi-pancasila/

http://www.wikipedia.com

Three Indonesian histories-Cribb

Membangun Ekonomi Pancasila

Selamat anda mendapat

The man of wisdom is never of two minds;the man of benevolence never worries;the man of courage is never afraid.

-Confucius-

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: