Belajar dari Kasus Long Term Capital Management (LTCM)

Oleh: Muto Pangihutan
Kapitalisme adalah suatu system ekonomi (unsur-unsur nya bisa dilihat dengan uang) dimana barang-barang capital (tanah, pabrik) dimiliki oleh swasta baik perorangan maupun swasta yang hasilnya berupa keuntungan.Kebaikan Kapitalisme adalah diletakkan dalam pribadi dan tiap orang yang menggunakan system ini, maka kemakmurannya meningkat yang punya faktor produksi yang mendapatkan kemakmuran dan kebaikannya untuk para buruh sehingga menimbulkan kesejahteraan. Keburukan kapitalisme adalah membedakan yang kaya dan yang miskin sehingga gap yang terjadi antara si miskin dan si kaya semakin besar. Unsur-unsur Kapitalisme antara lain adalah barang-barang milik swasta, capital dan keuntungan diukur denga uang sehingga akibatnya terkadang kekayaan alam seperti udara, pemandangan yang indah, air bersih dan lain sebagainya tidak diukur dengan uang.

Long Term Capital Management (LTCM) adalah hedge fund management yang didirikan di Greenwich, Connecticut yang membuat strategi perdagangan absolute-retun(seperti fixed income, arbitrasi, dan pairs trading) yang dikombinasikan dengan leverage yang tinggi. Pemilik dari Hedge Fund, Long-term Captal Portofolio L.P., gagal secara mengejutkan pada akhir 1990, hingga membuat bailout yang luar biasa oleh institusi finansial besar lainnya, yang diawasi oleh Federal Reserve.
LTCM ditemukan pada 1994 oleh John Meriwether, mantan wakil pemimpin dan kepala dari bond trading Solomon Brother, anggota Board of Director termasuk Myron Scoles dan Robert C. Merton yang berbagi Hadial Nobel pada tahun 1997.

LTCM memperoleh kesuksesan yang sangat besar dengan memperoleh pendapatan sebesar 40% (setelah fees) pada tahun pertama, tetapi pada tahun 1998 kehilangan $ 4,6 miliar dalam waktu kurang dari empat bulan mengikuti krisis finansial Rusia dan menjadi contoh yang menyolok dari potensi risiko dalam industry hedge fund. LTCM pun ditutup pada tahun 2000.John Meriwether adalah kepala perdagangan obligasi Solomon Brother hingga ia dipaksa untuk mengundurkan diri pada tahun 1991 saat pedagang terbaiknya, Paul Mozer mengaku telah memalsukan penawaran pada Lelang U.S. Treasury. Karena Solomon adalah penawar terbesar dari treasury bonds pada saat pelelangan, department treasury takut bahwa Solomon akan mengambil posisi strategis dalam obligasi untuk mempengaruhi harga.Kejadiannya adalah seperti ini, Salomon dan penawar manapun telah dilarang untuk membeli lebih dari 35% dari obligasi yang dijual dari pelelangan manapun, Mozer memanipulasi pembatasan ini dengan membuat penawaran palsu dengan nama client dari Salomon dan mentransfer obligasi tesebut kepada rekening Salomon mengikuti transaksi tersebut. Terkuaknya skandal ini menghancurkan nilai dalam perusahaan dan membuat investor Warren Buffet memecat chief executivenya, John Gutfreund. Walaupun Merwether tidak berhubungan langsung dengan hal ini, pembicaraan mengenai keluarnya dia tumbuh dan dia pun mengundurkan diri.

Pada tahun 1993 ia membuat hedge fund bernama Long Term Capital. Meriwether menggunakanrep reputasinya yang cukup baik untuk merekruit beberapa trader obligasi dari Salomon dan beberapa mathematician yang brilian.
Ia juga memperkerjakan dua pemenang hadiah nobel yaitu Myron Scholes dan Robert C. Merton, yang kedua-duanya berkerja di Salomon Brothers’ fixed income trading department

Long Term Capital terdiri dari Long Term Capital management (LTCM), perusahaan yang berdiri di Delaware tetapi sumbernya di Greenwich, Connecticut. LTCM mengatur perdagangan di Long Term Capital Portofolio LP, partner yang teregistrasi di Cayman Island. Operasi pendanaan dibuat untuk mempunyai overhead yang sangat rendah; traders diatur dengan partner Bear Stern dan hubungan client dengan Merrill Lynch.

Perusahaan ini menggunakan model matematis yang kompleks yang disebut dengan fixed income arbitrage deals (yang disebut convergence trades). Karena perbedaan nilai adalah dalam waktu maka dana perlu mempunyai posisi leverage yang tinggi untuk membuat profit yang signifikan. Pada awal 1998, perusahaan mempunyai equitas $4,72 miliar dan telah meminjam $ 124,5 miliar dengan asset sekitar $ 129 miliar , dengan perbandingan hutang terhadap modal adalah 25:1. Ini mempunyai posisi derivative off balance sheet dengan nilai sekitar $ 1.25 triliun, kebanyakan terdiri dari derivative suku bunga dan swap suku bunga. Perusahaan ini berinvestaasi pula di derivative lainnya seperti equity options.
Kejatuhan

Nilai LTCM yang dibuka pada $1.000 saat dibuka meningkat dengan sangat pesat hingga pada posisi yang sangat tinggi di $ 4,200 per lembar saham. Walaupun banyak sukses yang terjadi dalam pasar finansial muncul dari gejolak menengah dan jangka pendek, dan kemampuan dari manager keuangan untuk melihat adanya asymmetric information. Pada May dan Juni 1998 returnnya negative menjadi -6,42% dan -10,14 % hingga membuat modal LTCM menurun hingga menjadi $461 juta. Hal ini disebabkan pula keluaranya Salomon Brothers dalam bisnis arbitrasi pada Juli 1998. Kerugian ini disebabkan oleh Finansial Crisis di Rusia pada Agustus dan September 1998, saat pemerintah rusia mendefault obligasi pemerntah mereka. Investor yang panik menjual Obligasi Jepang dan Eropa untuk membeli U.S Treasury Bonds. Profit yang seharusnya terjadi saat nilai obligasi bertemu menjadi kerugian yang sangat besar saat nilai obligasi terpisah. Saat akhir Agustu, perusahaan ini telah kehilangan $ 1,85 miliar di modal.

Sebagai hasil dari kerugian ini, LTCM harus meliquidasi jumlah posisi dari saat-saat yang tidak diinginkan dan menderita kerugian selanjutnya. Illustrasi yang baik dari konsekuensi ini adalah diberikan oleh Lowenstein (2000). Ia menyatakan bahwa LTCM membuat posisi arbitrasi di perusahaan yang dual listed (atau DLC) seperti Royal Dutch Shell pada musim panas 1997, saat Royal Dutch melakukan perdagangan pada premium 8-10% relative terhadap Shell . Dengan total $ 2,3 miliar diinvestasikan, sebagian dari yang lama di Shell dan sebagian pendek di Royal Dutch. LTCM secara esensi bertaruh pada share prices pada di Royal Dutch dan Shell akan bersatu. Hal ini mungkin akan terjadi dalam jangka panjang, tetapi karena kerugiannya pula di posisi lain, LTCM harus memposisikan dirinya kembali di Royal Dutch Shell. Lowensten menyatakaan bahwa premium di Royal Dutch telah meningkat sekitar 22% yang membuat LTCM mendapat kerugian besar dalam strategi arbitrasi ini. LTCM kehilangan $ 286 juta di pairs trading saham dan lebih dari sebagian besar kerugian ini dilihat oleh Royal Dutch Shell Trade.

Perusahaan , yang telah memberikan pendapatan tahunan hampir 40%, menghadapi flight to liquidty. Dalam tiga minggu pertama September, saham LTCM meningkat menjadi $2,3 miliar pada awal bulan. Pada 25 September, LTCM hanya memiliki $ 400 juta dalam modal. Dengan asset masih melebihi $ 100 miliar, hal ini membuat leverage ratio lebih dari 250 banding 1.

Pada tanggal 23 Semptember 1998 para raksasa Wall Street-peminpin dari Banker Trust, Bear Stearns, Chase Manhattan, Goldman Sachs, J.P. Morgan, Lehman Brothers (yang sekarang sudah bangkrut), Merrill Lynch, Morgan Stanley Dean Witter, dan Salomon Smith Barney bertremu di lantai 10 pada ruang konferensi dari Federal Reserve Bank di New York untuk menyelamatkan LTCM.

LTCM telah melakukan bisnis dengan orang-orang yamg penting di Wall Street. Saat LTCM terjungkal, Wall Street takut bahwa kegagalan jangka panjang akan menebabkan reaksi berantai dan berbagai pasar, menyebabkan bencana melalui system finansial. Setelah LTCM gagal untuk meningkatkan lebih banyak uang untuk dirinya sendiri, ini menjadi jelas bahwa LTCM kehabisan opsi. Pada 23 September 1998, Goldman Sachsm AIG dan Berkshire Hathaway menawarkan untuk membeli Partner pendanaan sebesar $ 250 juta, untuk menyuntik $ 3,75 miliar dan untuk mengoperasikan LTCM didalam divisi perdagangan diri sendiri sebesar $ 4,7 miliar. Buffet memberikan waktu kepada Meriwether kurang dari satu jam untuk menerima permintaan; periode waktu pun habis sebelum deal dapat dilakukan.
Karena tidak ada opsi yang tersisa maka Federak Reserve Bank d New York melakukan bailout sebesar $ 3,625 miliar oleh kredit besar untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Kontribusi dari berbagai institusi finansial ini adalah sebagai berikut

• $300 juta: Bankers Trust, Barclays, Chase, Credit Suisse First Boston, Deutsche Bank, Goldman Sachs, Merrill Lynch, J.P.Morgan, Morgan Stanley, Salomon Smith Barney, UBS
• $125 juta: Société Générale
• $100 juta: Lehman Brothers, Paribas
• Bear Stearns menolak untuk berpartisipasi.

Sebaga imbalannya, bank yang berpartisipasi mendapatkan 90% saham dari dana dan perjanjan bahwa badan pengawas akan dibentuk. Partner LTCM akan memperoleh 10%, yang masih bernilai $400 juta, tetapi uang ini sebagian besar adalah utang. Partner yang mempunyai $1,9 miliar dari uang mereka sendiri yang diinvestaikan di LTCM, semuanya telah habis

Ketakutan bahwa akan terjadi reaksi rantai dari perusahaan yang dilikuidasi oleh sekuritasnya untuk menutupi hutangnya, membawa kepada jatuhnya harga, a=yang akan membuat perusahaan lain untuk melikuidai hutang mereka sendiri melalu lingkaran setan
Total kerugian yang terjadi adalah $ 4,6 miliar. Kerugian dari investasi yang dikategorikan sebagai berikut ini (diurutkan berdasarkan besarnya)
• $1.6 miliar di swaps
• $1.3 miliar di equity volatility
• $430 juta di pasar Russis and pasar berkembang lainnya
• $371 juta di perdagangan yang diarahkan di Negara berkembang
• $286 juta di equity pairs (such as VW, Shell)
• $215 juta di yield curve arbitrage
• $203 juta di S&P 500 stocks
• $100 juta di junk bond arbitrage
• no substantial losses in merger arbitrage

Long Term Capital diaudit olhe Price Waterhouse LLP. Setelah bailout oleh investor lainnya, kepanikan terjadi dan posisi yang dipegang sebelumnya oleh LTCM diliquidasi untuk profit kecil kepada rescuer
Beberapa pejabat industry menyatakan bahwa keterlibatan Federal Reserve Bank di New York akan membuat instusi finansial besar untuk mengambil lebih banyak risiko, dengan kepercayaan dahwa Federal Reserve akan melakukan intervensi karena hal ini (dan hal ini memang terjadi pada krisis 2009, saat Lehman Brother dan institusi finansial lainnya jatuh Pemerintah Amerika membail-out hingga $ 600 miliar).

Setelah bailout, LTCM tetap lanjut beroperasi, setahun setelah bailout, LTCM memperoleh 10% return. Lembaga pendanaan ini dilikuidasi dan konsorsium bank yang memberikan pendanaan bailout telah dibayar kembali. CEO Goldman Sachs, Jon Corzine, yang terlibat dekat dengan LTCM, disuruh keluar dari pertemuan di kantor yang dipimpin oleh Henry Paulson. Mullins yang diharapkan menjadi pengganti Alan Greenspan, melihat masa depannya di Reserve menghilang. Teori Merton dan Scholes mendapat perdebatan public. Merrill Lynch menyatakan bahwa model matematik risiko yang dibuat harus dibatasi.
Source: Wikipedia

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: