Bangkitnya State Capitalism

Oleh: Muto Panghutan Christianson Sagala

Sistem ekonomi merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh sebuah Negara, banyak sistem ekonomi yang telah dipergunakan oleh suatu Negara mulai dari sistem Classic, Keynes, Neoclassic, Newkeynesian, dsb. Tulisan ini tidak akan membahas mengenai berbagai sistem ekonomi tersebut tetapi akan lebih membahas mengenai state capitalism. State capitalism adalah sistem ekonomi yang mencoba menggabungkan kekuatan Negara dan kapitalis (the economist:60) .

Seperti kehidupan, sistem ekonomi pun mengalami saat diatas ataupun saat dibawah, pada tahun antara 1900-1970, peran pemerintah dalam mengatur perekonomian sangat kuat dalam dunia, perusahaan yang dipunyai pemerintah sangat besar saat itu dan hampir semua industri dalam suatu negara sebagian besar dimiliki oleh negara. Pada tahun 1970-2000 aktivis free marketers kembali bangkit dengan munculnya paham liberalisasi dalam ekonomi dan era ini dipimpin oleh Margaret Thatcher dan Ronald Reagan yang menginginkan privatisasi di segala sektor demi Negara yang makmur (welfare state).

Era pasar bebas menurun setelah hancurnya Lehman Brothers pada tahun 2008 yang dampaknya terasa hingga sekarang. Negara yang lemah seperti Yunani, terkena dampak ini, dan bahkan raksasa ekonomi seperti Amerika Serikat tidak luput dari dampak krisis global ini. Krisis kapitalisme liberal ini telah membut potensi munculnya alternative lain yaitu state capitalism, factor pendukung lainnya yang mendukung hal ini adalah keberadaan China yang sekarang telah menjadi pengganti dari raksasa ekonomi Amerika.

State capitalism sebenarnya bukan hal yang baru dan mungkin sudah cukup lama dikenal, contohnya di Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dsb. Bahkan secara Internasional system sate capitalism sudah ada jauh sebelum sistem ekonomi liberal mulai berjaya seperti saat bangkitnya Jepang pada tahun 1950 dan bangkitnya German pada tahun 1870, tetapi tidak pernah sebelumnya operasi ini dilakukan dengan secara massive dan menggunakan alat-alat yang sophiscated seperti saat ini.

State capitalism di claim sebagai  sistem ekonomi besar yang sukses. Contohnya adalah China selama 30 tahun GDP China telah tumbuh dengan rata-rata 9.5% serta perdagangan internasional tumbuh sebesar 18% dalam volume dan seperti diketahui bahwa China menggunakan sistem ekonomi  state capitalism, walaupun China masuk dalam pasar bebas tetapi China tetap melindungi industri dalam negerinya terutama industri manufaktur dan infant industry (industry baru yang masih membutuhkan bantuan pemerintah) . Selama sepuluh tahun terakhir ini GDP China telah mencapat $11 triliun secara akumulasi.

Negara china adalah pemegang saham terbesar dari 150 perusahaan terbesar di China. Pemerintah membentuk pasar secara keseluruhan dengan mengatur mata uang, mengarahkan uang kepada industri yang diinginkan dan bekerja dalam mengawasi perusahaan China yang berada di luar.

Grafik State Capitalism from The Economist

State Captalism sedang meningkat pesat, muncul dengan cukup banyak uang dan terbantu pula oleh adanya krisis dari barat. State companies (di Indonesia dikenal dengan BUMN) mengambil proporsi 80% dari nilai pasar saham di China, 62% di Rusia dan 38% di Brazil (lihat grafik). Ekonomi yang muncul dengan state capitalism bahkan dikatakan telah mempunyai peran sebesar sepertiga dari foreign direct investment (FDI)  di negara-negara berkembang.  Seperti d grafik terlihat pula bahwa tiga perusahaan milik pemerintah China (Sinopec Group, China National Petroleum Corporation dan State Grid) masuk dalam sepuluh peringkat perusahaan dengan pendapatan terbesar pada tahun 2011 (lihat grafik) melawan hanya dua perusahaan dari Eropa (Royal Dutch Shell dan British Petroleum).

State capitalism telah merepresentaskan perkembangan yang signifikan dengan melihat beberapa aspek berikut ini. Pertama, ini berkembang dalam skala yang lebih luas: China sendiri memiliki seperlima dari populasi dunia. Kedua, state capitalism datang dengan cepat, hal ini terlihat pada negara Cina dan Rusia yang telah mengembangkan formula state capitalism dalam beberapa dekade belakangan ini. Ketiga, state capitalism saat ini mempunyai alat-alat yang lebih sophisticated dibanding state capitalism saat dulu. Negara modern mempunya peran yang lebih kuat dibanding sebelumnya seperti Chinese Communist Party yang memiliki jumlah pengikut yang sangat besar. Walaupun umumnya partai penguasa sering menggunakan cronies dalam pemberian kekuasaan sehingga mempunyai kemungkinan penggunaan modal tidak berjalan dengan baik (seperti Indonesia saat dikuasai oleh rezim tertentu dan pembagian kekuasaan dibagi-bagikan hanya kepada orang-orang yang mempunyai hubungan tertentu, praktek ini disebut pula sebaga kolusi) tetapi partai komunis Cina menggunakan manager professional bahkan bila perlu impor dari luar sehingga perusahaan dapat berjalan dengan baik. Jadi kekuatan yang besar (negara), dana yang besar (anggaran negara), nasionalisme dan profesionalisme nantinya akan menjadi kekuatan sistem ekonomi yang baru yaitu state capitalism.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: