Ringkasan Materi Sejarah Perekonomian Indonesia

oleh: Nindita Rusydah Pramesthi

 

RINGKASAN MATERI SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA

 

Kedatangan Belanda

Tahun 1596, armada Belanda dipimpin Cornelis de Houtman datang di Banten. Kemudian tahun 1602 dibentuk VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) yang menjalankan usaha monopoli dagang rempah. VOC mempunyai hak untuk membuat kontrak, membangun kekuatan militer, dan mencetak uang. VOC bubar pada tahun 1799 karena gagal mengatasi krisis keuangannya.

 

 

 

Zaman Kolonial

Pada masa ini dilaksanakan Culturstelsel (1830-1870) yang merupakan sistem tanam paksa melalui perkebunan negara dengan cara mobilisasi lahan pertanian dan peternakan serta tenaga kerja secara gratis. Penggalakan beberapa hasil kebun yang merupakan permintaan yang tinggi di pasar dunia yaitu kopi, teh, tembakau, dan tebu. Tanam paksa berakhir pada tahun 1870.

Setelah itu, dimulailah zaman baru kapitalisme kolonial. Kebun-kebun negara diambil alih oleh swasta dengan perjanjian sewa lahan sampai 75 tahun. Rakyat menjadi budak di tanahnya sendiri.

Politik etis (balas budi) dipraktikkan di Hindia Belanda pada awal 1900an. Fokusnya antara lain: irigasi, edukasi, dan transmigrasi. Pada zaman politik ini lembaga perkreditan rakyat mulai muncul.

 

Penjajahan Jepang

Pada tanggal 8 Maret 1942 Jepang mendarat di Kalimantan untuk menguasai sumber minyak mentah. Tanggal 9 Maret 1942, Belanda menyerah pada Jepang. Penyerahan di Kalijati, Subang, Jabar. Saat dikuasai Jepang, Indonesia dibagi dua:

1) P. Jawa dan Sumatra di bawah komando angkatan darat, berpusat di Jakarta

2) Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku di bawah Komando Angkatan Laut yang berpusat di Ujung Pandang.  Propaganda Jepang anatara lain Gerakan 3A:

  • Jepang pemimpin asia
  • Jepang pelindung asia
  • Jepang cahaya asia

Kemerdekaan

               Pada tanggal 7 September 1944, Janji Koiso. Lalu dilaksanakan persiapan Indonesia merdeka:
1.      Jend. Kumakici Harada membentuk BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Coosakai 2. BPUPKI bertugas menyusun dasar negara dan UUD  
2.      10 Juli 1945 Panitia Kecil BPUPKI berhasil merumuskan dasar negara dan membahas perumusan UUD
3.      11 Juli 1945 Panitia perancang UUD sepakat menjadikan PIagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD 
4.      Tanggal 14 Juli 1945, Panitia Kecil BPUPKI, dipimpin Supomo melaporkan hasil Panitia Perancang UUD yang terdiri dari pernyataan kemerdekaan, pembukaan UUD, dan batang tubuh.

 

Orde Lama

Pada awal masa kemerdekaan atau awal pemerintahan orde baru dihadapi beberapa masalah ekonomi yang salah satunya adalah hiperinflasi, karena beredarnya uang yang tidak terkendali. Terdapat 3 jenis mata uang: uang keluaran De Javasche Bank, uang pendudukan Jepang, dan mata uang Hindia Belanda.

Pada bulan Juli 1946 rakyat diminta menyetor uang ke Bank Tabungan Pos yang akan dipinjam Pemerintah dan sekaligus bukti dukungan kepada Pemerintah yang baru merdeka. Terkumpul Rp 500 juta. Tahun 1968, diterbitkan UU No 86 tentang Nasionalisasi Perusahaan Milik Belanda di Indonesia. Tetapi nasionalisasi berdampak pada merosotnya pasar modal (karena perginya para investor Belanda dan merosotnya kepercayaan kepada bursa Indonesia karena hiperinflasi). Untuk mengatasi jumlah uang beredar yang terlalu banyak, Pemerintah menerbitkan Perpu yang memotong nilai mata uang menjadi 1/ 10 (sepersepuluhnya). Selama periode 1950-1965 RI banyak mengeluarkan anggaran untuk proyek-proyek ‘nasionalisme’namun yang terjadi adalah inflasi sampai 3 digit.

Dalam Sidang Umum III MPRS pada bulan April 1965, Bung Karno melancarkan program berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari). Hal tersebut dilatarbelakangi oleh keluarnya RI dari PBB dan ditolaknya hutang IMF.

Akhir dari masa orde lama adalah ketika masyarakat tidak puas dengan kondisi perekonomian, memunculkan tiga Tuntutan Rakyat (Tritura). Kemudian Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto melalui Supersemar 11 Maret 1966, Soeharto resmi menjadi Presiden diangkat oleh MPRS pada 27 Maret 1967


Orde Baru

Pada awal pemerintahan, sehari setelah diberi mandat Supersemar, Jenderal Soeharto langsung melarang keberadaan PKI. Kemudian pada 25 Juli 1966 –setelah Soeharto diberi mandat MPRS- terbentuk kabinet baru bernama Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) yang dipimpin ‘presidium’ 3 (tiga) orang Soeharto (Ketua), Adam Malik (Luar Negeri), dan Sri Sultan HB IX (Perekonomian)

Namun terdapat masalah akibat warisan dari periode sebelumnya yaitu hutang pada orde lama sebesar US$ 530 juta (padahal pendapatan negara dari ekspor migas dan non migas hanya US$ 430 juta). Terjadi pula inflasi sebesar 650%, harga beras naik menjadi 900%.

Untuk mengatasi hal tersebut tim ekonomi Orba melakukan langkah pertama yaitu menurunkan defisit anggaran –dengan cara menurunkan pengeluaran Pemerintah dan menjalin kembali hubungan dengan lembaga donor internasional –terutama IMF dan Bank Dunia

Tahun 1967 diberlakukan UU anggaran berimbang yang melarang pembiayaan dari hutang kepada masyarakat. Pemerintahan orde lama juga menggunakan bantuan LN untuk menutup defisit anggaran. Dilakukan penerapan kebijakan uang ketat guna menurunkan inflasi

Dalam kebijakan sektor riil, Liberalisasi perdagangan dan investasi dengan membuka pintu bagi investor asing (diberlakukan UU Penanaman Modal Asing pada tahun 1967). Pada masa orde baru, fokus pembangunan adalah pada sektor pertanian. Sesudah tahun 1970an, pertambangan minyak ditingkatkan eksplorasinya

Adapun keberhasilan pada era Orde baru antara lain pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun, pendapatan perkapita dari US$ 260 (tahun 1970) menjadi US$ 500 (tahun 1980). swasembada beras tahun 80-an yang mendapat penghargaan FAO tahun 1986 dan penduduk miskin dari 54,2 juta jiwa (40,08%) tahun 1976 menjadi 27,2 juta jiwa (15,08%) tahun 1990.

 

Reformasi

Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru, untuk kemudian digantikan “Era Reformasi“. Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai “Era Pasca Orde Baru”.

Pada bulan Agustus 1998, Indonesia dan IMF menyetujui program pinjaman dana di bawah Presiden B.J Habibie. Presiden Gus Dur yang terpilih sebagai presiden pada Oktober 1999 kemudian memperpanjang program tersebut.

Pada 2010 Ekonomi Indonesia sangat stabil dan tumbuh pesat. PDB bisa dipastikan melebihin Rp 6300 Trilyun  meningkat lebih dari 100 kali lipat dibanding PDB tahun 1980. Setelah India dan China, Indonesia adalah negara dengan ekonomi yang tumbuh paling cepat diantara 20 negara anggota Industri ekonomi terbesar didunia G20.

Ini adalah tabel PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia dari tahun ke tahunoleh IMF dalam juta rupiah.

Tahun

PDB

1980

60,143.191

1985

112,969.792

1990

233,013.290

1995

502,249.558

2000

1,389,769.700

2005

2,678,664.096

2010

6,422,918.230

Referensi:

Materi perkuliahan Prof Gunawan

^http://www.antaranews.com/berita/1273491621/bps-pdb-2010-minimal-rp6300-triliun

 

About these ads
  1. aku ingin bikinkan facebook

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: